Beberapa Hal Pemicu Alergi Pada Anak

Ada banyak faktor yang menyebabkan perkembangan alergi pada anak Anda, salah satunya adalah faktor genetik yang memiliki pengaruh signifikan terhadap penyebab alergi anak bayi. Selain itu, anak-anak dari orang tua tidak memiliki riwayat alergi dan mereka juga mengalami alergi. Alergi atau pemicu alergi, yang biasanya menyebabkan anak mengalami alergi, berasal dari makanan dan sesuatu yang terhirup. Itulah sebabnya konsultan alergi dan imunologi anak, prof. DR. Budi Setiabudiawan mendesak para orang tua untuk mencari tahu apa sebenarnya kondisi alergi anak itu.

“Ketahui apa itu alergen Alergi dari sesuatu yang dihirup berasal dari tungau debu, serbuk sari tanaman, hewan dan fragmen kulit jamur. Rambut kotor juga dapat menyebabkan anak-anak mendapatkan alergi,” kata profesor Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Alergen adalah antigen yang bertanggung jawab untuk menghasilkan reaksi alergi dengan menginduksi pembentukan IgE. Pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh mengenali alergen sebagai benda “aneh” atau “berbahaya” yang menyebabkan reaksi alergi. Dengan mengetahui alergen yang menyebabkan reaksi alergi, Anda dapat mencegah gejala, baik dari segi perawatan maupun pencegahan. Misalnya, dengan tidak memberi anak makanan yang mengandung alergen yang dapat menyebabkan reaksi alergi yang dimiliki anak-anak.

  1. Putih telur
    Alergi terhadap protein biasanya terjadi karena bayi masih kecil dan ditandai dengan pembengkakan di sekitar mulut, nyeri dada hingga bernafas setelah mengkonsumsinya. Ini juga termasuk jika anak menggunakan makanan yang mengandung protein, seperti kue.
  2. Tepung terigu
    Apa yang sebenarnya memicu reaksi alergi adalah gluten dalam tepung terigu (gandum), gandum dan gandum. Gluten adalah kelompok protein yang sulit dicerna. Anak-anak yang alergi terhadap tepung tidak bisa makan roti, mie dan banyak makanan lainnya.
  3. Susu sapi
    Alergi susu sapi adalah alergi makanan yang paling umum sejak kecil, terutama pada bayi yang tidak menerima ASI. Biasanya anak-anak dengan alergi susu juga alergi terhadap telur, kedelai, dan kacang-kacangan.
  4. Anjing
    Protein dalam air liur dan kulit anjing juga merupakan alergen yang umum. Protein ini dapat menyebar di udara dan dihirup ketika anjing bangun, seperti yang sebelumnya dijilat, atau ketika anjing menjilati orang-orang segera.
  5. Kucing
    Kulit dan air liur dari kulit kucing adalah bagian dari kucing yang menyebabkan alergi. Anda tahu, BTW, bagaimana kucing suka menjilat tubuh mereka atau dimanjakan dengan manusia. Ketika rambut kucing menempel pada pakaian atau sofa Anda, itu juga bisa dihirup oleh orang.
  6. Kuda
    Serpihan kulit kuda dan / atau kotoran kuda kering dapat dihirup oleh orang-orang ketika mereka dibawa oleh angin atau menempel pada rumput. Ini adalah penyebab alergi.
  7. Tungau Debu Rumah
    Ada banyak tungau di sekitar rumah Anda. Karena sangat kecil, tungau tidak mudah dilihat, tetapi rasa sakitnya ada di tempat tidur, seprai, bantal, selimut, sofa, selimut untuk boneka. Tungau tumbuh subur di sekitar orang (terutama tempat tidur) karena makanan terpenting dari tungau adalah potongan-potongan kulit manusia.
  8. Kedelai
    Jika anak Anda alergi terhadap kedelai, itu juga berarti ia alergi terhadap tahu, tempe, kecap, dan tentu saja susu kedelai. Reaksi alergi kedelai biasanya berupa diare, muntah dan gatal-gatal pada kulit.
  9. Nasi
    Apakah semua orang Indonesia makan nasi? Tidak juga, PPN! Karena ada yang alergi beras. Namun alergi ini lebih dialami oleh orang dewasa daripada anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *